Lokalitas bukan sebuah genre seperti roman atau komedi. Saya lebih suka menilai lokalitas sebagai hal yang berhubungan dengan sifat lokal. Mari saya bantu teman-teman mengetahui definisi kata lokal berdasarkan KBBI:
lo·kal 1 n ruang yg luas: sekolah itu terdiri atas tujuh --; 2 a terjadi (berlaku, ada, dsb) di satu tempat, tidak merata; setempat: Jawatan Meteorologi dan Geofisika meramalkan bahwa besok akan turun hujan --; 3 a di suatu tempat (tt pembuatan, produksi, tumbuh, hidup, dsb); setempat: kualitas tekstil produksi -- sudah tidak kalah dng produksi luar negeri;
Jika kita menyangkutpautkan dengan prosa, maka prosa yang memiliki sifat lokal berarti karya tulis bukan puisi yang memiliki korelasi kuat dengan elemen ruang dan waktu. Hati-hati dengan dua elemen sederhana itu. Lokalitas bukan semata-mata bicara tentang tempat dan hari karena G30S/PKI tidak bisa terjadi di Nagasaki atau di New York pada tahun 2008. Memasukkan elemen ruang dan waktu ke dalam sebuah karya sama dengan membiarkan plot, karakter, dan detil-detil lainnya dalam tulisanmu berkembang sesuai budaya yang hanya ada di tempat tersebut dan hanya terjadi pada masa tersebut.
Sebagian besar penulis memilih ruang dan waktu yang dekat dengan kesehariannya saat membuat prosa bermuatan lokal. Mereka percaya, ada banyak sekali hal menarik di sekeliling mereka yang bisa digali untuk menghasilkan sebuah karya besar. Beberapa penulis memilih ruang dan waktu yang tidak dekat dengan keseharian mereka dan mereka harus membayar pilihan itu dengan riset lebih.
Menulis sebuah prosa tipe ini, tentu saja, memiliki tantangan tersendiri. Seperti gurauan lokal mahasiswa yang tidak dipahami pelajar SMP, karya lokal akan memiliki keterbatasan pembacaan jika penulisnya tidak cukup terampil untuk membuat lokalitas tersebut menjadi global.
Cassle Sayang,
Saya ingin mengenalkan salah satu sumber inspirasi yang sangat dekat dengan keseharian kita, yaitu keluarga. Beberapa hari ini, silakan kamu kenali mama-mu lebih jauh lagi. Jadikan dia tokoh utama dalam sebuah cerita fiksi yang mengangkat isu sosial-politik.
Dengan sangat menyesal, saya tidak akan memberikan sebuah ‘konflik cerita’ untuk kamu kembangkan. Kamu boleh mengangkat konflik apa pun yang menurutmu paling menarik diangkat dengan pertimbangan isu dan pilihan tokoh utama di atas.
Ruang dan Waktu: Jakarta pada Mei 1998
Sudut Pandang: Orang pertama, gaya bahasa disesuaikan
Akhir Cerita: Bebas tapi tidak klise
Jumlah Kata: 1500 s.d. 2500
Rujukan:
Sebelum Peluncuran (Yusi Pareanom Avianto), Laskar Pelangi (Andrea Hirata).
Lain-lain:
- Saya menunggu idemu yang segar dan orisinal. Memakai mamamu sebagai tokoh utama bukan berarti kamu menulis sebuah biografi singkat. Prosa yang akan kamu buat tetap sebuah fiksi.
- Kamu boleh membuat cerita ini bernuansa serius, tetapi saat ini saya lebih suka membaca cerita yang konyol.
- Kamu boleh memakai alur maju-mundur (tidak linear). Ini hanya sebuah opsi, bukan kredit yang akan menambah nilai tulisanmu jika kamu menggunakannya.
- Gunakan teknik show not tell.
Tips:
Pastikan konflik yang kamu kembangkan cukup kuat untuk masuk dalam sebuah kumpulan cerpen. Perhatikan gaya bahasa mamamu. Lakukan editing sebelum kamu mengirim tulisanmu karena saya tidak menoleransi kesalahan EYD dan tata bahasa.
NB:
Saya terbuka untuk satu kali diskusi selama proses penulisan (jika diizinkan oleh Amri).

0 komentar:
Poskan Komentar