Teaser
Lambat-lambat kabut yang menggantung mulai menghilang kepekatannya. Jalan tanah tempat
kaki-kaki itu melangkah, tampak becek oleh sisa hujan semalam.
Batu-batu kecil di ujung jari, menampilkan bayangan beku. Di sela-sela pijakan, setitik embun
seakan sirna. Namun, bayangan itu begitu kuat, membuatnya termangu dalam kungkungan imaji.
Kata-kata yang terucap, membuatnya berdarah-darah. Mereka merasa asing. Langkah-langkah tak
terhitung, derap tak berjumlah, semua bisu. Dan dengungnya seperti setetes air yang tersampir
di ujung daun.
"Maaf..."
Sesekali burung melintas, menyuarakan bisikan garing dengan sulaman bunyi yang menyatu dalam
telinga. Membuatnya menggantung bimbang.
Genre:
MetroPop. Saya lebih suka menyebutnya PopLit (Pop Literature)
Tokoh Utama:
Bebas
Sudut Pandang:
Bebas
Tempat/Setting:
Jakarta
Ending:
Bebas tapi tidak klise.
Jumlah kata:
1.500 s.d. 2.500 kata
Catatan:
MetroPop adalah sebutan untuk cerita yang berlatar kehidupan metropolitan.
Tips:
- Teaser di atas adalah satu bagian. Elyaza boleh menambah tanpa mengubah inti cerita.
- Saya suka diksi yang cantik.
- Show, don't tell..Kamis, 03 Juli 2008
TANTANGAN untuk ELYAZA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar