Minggu, 22 Juni 2008

TANTANGAN untuk wehahaha

Lokalitas bukan sebuah genre seperti roman atau komedi. Saya lebih suka menilai lokalitas sebagai hal yang berhubungan dengan sifat lokal. Mari saya bantu teman-teman mengetahui definisi kata lokal berdasarkan KBBI:

lo·kal 1 n ruang yg luas: sekolah itu terdiri atas tujuh --; 2 a terjadi (berlaku, ada, dsb) di satu tempat, tidak merata; setempat: Jawatan Meteorologi dan Geofisika meramalkan bahwa besok akan turun hujan --; 3 a di suatu tempat (tt pembuatan, produksi, tumbuh, hidup, dsb); setempat: kualitas tekstil produksi -- sudah tidak kalah dng produksi luar negeri;

Jika kita menyangkutpautkan dengan prosa, maka prosa yang memiliki sifat lokal berarti karya tulis bukan puisi yang memiliki korelasi kuat dengan elemen ruang dan waktu. Hati-hati dengan dua elemen sederhana itu. Lokalitas bukan semata-mata bicara tentang tempat dan hari karena G30S/PKI tidak bisa terjadi di Nagasaki atau di New York pada tahun 2008. Memasukkan elemen ruang dan waktu ke dalam sebuah karya sama dengan membiarkan plot, karakter, dan detil-detil lainnya dalam tulisanmu berkembang sesuai budaya yang hanya ada di tempat tersebut dan hanya terjadi pada masa tersebut.

Sebagian besar penulis memilih ruang dan waktu yang dekat dengan kesehariannya saat membuat prosa bermuatan lokal. Mereka percaya, ada banyak sekali hal menarik di sekeliling mereka yang bisa digali untuk menghasilkan sebuah karya besar. Beberapa penulis memilih ruang dan waktu yang tidak dekat dengan keseharian mereka dan mereka harus membayar pilihan itu dengan riset lebih.

Menulis sebuah prosa tipe ini, tentu saja, memiliki tantangan tersendiri. Seperti gurauan lokal mahasiswa yang tidak dipahami pelajar SMP, karya lokal akan memiliki keterbatasan pembacaan jika penulisnya tidak cukup terampil untuk membuat lokalitas tersebut menjadi global.

William Sayang,

Berbeda dengan penantang lainnya, saya tidak akan memberikan pancingan (teaser) untukmu. Alasan pertama, saya ingin melihat kreativitas kamu; penulis yang baik bisa menghasilkan karya cemerlang walau hanya dibekali sebuah kata. Alasan kedua, saya malas. Nah, mari kita mulai.

Buatkan saya sebuah cerita tentang seorang mahasiswa/i cerdas (tapi nakal) Minnesota State College & University yang berupaya keras membujuk seorang mahasiswa/i universitas sama dari Indonesia (yang taat beragama) berhubungan seks.

Ruang dan Waktu: Minnesota saat ini, sebagai jackpot untukmu (karena Amri membatasi waktu penulisan)

Sudut Pandang: Orang ketiga dengan gaya bahasa lugas

Akhir Cerita: Bebas tapi tidak klise

Jumlah Kata: 1500 s.d. 2500

Rujukan:

Orang-orang Bloomington (Budi Darma), Edward dan Tuhan (Milan Kundera), Adu Jotos Tonto dan Lone Ranger di Surga (Sherman Alexie).

Lain-lain:

--- Pikat saya dengan karakter-karakter ciptaanmu yang cerdas dan lucu (saya sedang tidak berselera membaca kisah karakter-karakter bodoh yang teraniaya).

--- Tolong jangan menulis sebuah karya bermuatan lokal yang membosankan. Ini memang bukan wilayah Amri, tetapi saya ingin tertawa. Dan saya ingin dikejutkan dengan ide-ide segar.

--- Minimalkan pemakaian kata serapan dan kata asing.

--- Gunakan teknik show not tell.

Tips:

Ingat! Kisahmu hanya bisa terjadi di Minnesota dengan konflik yang saya tuliskan di atas. Lakukan editing sebelum kamu mengirim tulisanmu karena saya tidak menoleransi kesalahan EYD dan tata bahasa.

NB:

Saya terbuka untuk satu kali diskusi selama proses penulisan (jika diizinkan oleh Amri). (red: DIIZINKAN)

Tidak ada komentar: