Apa sih chicklit?
Chicklit adalah fiksi posfeminis yang bercerita tentang kisah perempuan. Biasanya berumur antara 20-30 tahun. Tema-tema yang diangkat pada umumnya tentang cinta dan gender secara tidak biasa.
Paijo, saya sedang senang mengangkat tema-tema perempuan. Walaupun cerita-cerita yang saya buat buat tidak posting di k.com. Bukan perempuan pemberontak seperti ciri khas feminis yang selalu menginginkan kesetaraan gender, merendahkan laki-laki. Bukan juga perempuan yang larut dalam dunia metropolis. Saya ingin perempuan yang cerdas dan masih ingat pada Tuhan serta keluarga.
Kebanyakan chicklit membuat tokoh yang mandiri, dan terkesan tidak butuh laki-laki. Memang tidak semuanya. Seperti tag yang terdapat pada buku-buku terbitan Gramedia Pustaka Utama: “Being Single and Happy”. Saya ingin mewujudkan tokoh perempuan yang berbeda.
Saya ingin sebuah cerita tentang seorang perempuan yang hidup di dunia metropolis. Sebagai seorang manajer bank (misalnya). Sudah berkeluarga dan punya anak satu. Ia cerdas. Bahkan sangat cerdas. Tapi ia terlalu larut dalam dunia metropolis. Sering ia pulang larut malam dari bar untuk mabuk-mabukkan dan bersenang-senang. Suaminya hanyalah seorang pegawai keluharan yang bekerja dengan motor bututnya.
Suatu hari, perempuan itu bertemu dengan seorang nenek pengemis yang mengatakan kalau ia telah kehilangan cahaya di wajahnya. Tentu saja perempuan itu tidak terima karena ia telah memberikan nenek itu yang cukup besar. Beberapa hari kemudian, perempuan itu menganggap nenek itu gila. Tapi terakhir ia bertemu dengan nenek itu, ketika pulang ke rumah, ia mendengar anaknya sakit keras.
Setting: Jakarta
Akhir cerita: bebas
Jumlah kata: 1.500 s.d. 2.500 kata
Rujukan:
- Cerpen Pertemuan di Taman Hening (Helvy TR)
- Cerpen Mencari Senyuman (Helvy TR)
NB:
Tidak menggunakan bahasa gaul
Tidak menggunakan kata-kata kasar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar