Teaser
Dia berdiri di dalam ruangan itu, tegang. Ruangan itu cukup gelap namun cercahan sinar matahari pagi menerobos masuk di antara dinding-dinding papan yang kurang rapat, membuat interior ruangan itu cukup bisa dilihat oleh mata yang sudah terbiasa dengan situasi kurang cahaya. Debu menari-nari di bawah cercahan sinar matahari itu.
Dia berusaha mencerna kata-kata kedua pria di depannya. Rasa tak percaya bahwa pagi hari, beberapa hari yang lalu, dia terbangun dari ranjangnya yang nyaman, semangat menyambut hari dengan ceria.
"Jadi, apa keputusanmu?" tanya salah satu dari pria itu.
Apa keputusannya? Terus terang, dia sendiri bahkan tidak tahu kenapa dia ada di
"Kamu tahu sekarang kamu tidak bisa kemana-mana lagi," kata pria itu lagi.
Tidak juga. Ini semua hanya salah paham. Dia hanya melakukan pelanggaran kecil, namun akibatnya dibesar-besarkan.
"Dan jika kamu kembali, kamu akan kembali tidak bebas, selalu ada di bawah pengawasan."
Kebebasan? Itukah yang dia inginkan? Terikat tapi hidup nyaman, bebas tapi hidup bagai tikus got, ketakutan. Mana yang akan dia pilih?
"Kamu tahu apa yang musti dilakukan."
Ya, dia tahu apa yang harus dilakukan kalau dia memutuskan untuk mengikuti mereka. Dia harus membuang tanda di tengkuknya, sebuah kode batang yang terpatri di kulitnya sejak lahir.
"Jadi, kamu terima tawaran kami?" tanya pria itu lagi sambil mengangkat sebuah besi membara, namun ada nada final di ucapannya. Itu adalah tawaran terakhir. "Waktu hampir habis. Jika lebih lama kamu keluar dari Grid, mereka akan sadar sesuatu telah terjadi."
Dia memejamkan mata, menghela napas. Dengan pelan, dia memberikan jawabannya.
Genre
Science fiction. Pake action juga boleh, tapi ini bukan cerita perang yaaa, dan jangan menggunakan bumbu romance!
Tokoh utama
Jenis kelamin bebas. nama bebas. Karakter bebas; peserta diuji kreativitasnya dalam mengembangkan karakter.
Sudut pandang
Orang ketiga (3rd person point of view). Murni orang ketiga, tidak boleh ada bagian yang menggunakan sudut pandang orang pertama.
Tempat/setting
Bumi di masa depan.
Ending
Bebas; mau sad ending, happy ending, terserah tapi jangan menggantung.
Jumlah kata
Minimal 2000 kata, maksimum 4000. Tapi terus terang, saya sendiri kurang yakin saya bisa menulis sci-fi dengan hanya 2000-an kata, karena saya harus menjabarkan detail ceritanya dengan baik. Sebuah penerbit bahkan mematok minimal 7000 kata untuk sebuah cerpen sci-fi.
Hal lain
- Imbangkanlah antara plot cerita dengan latar belakang dunianya, penjelasan teknologinya.
- Jangan pake bahasa gaul yaaa.
- Teaser di atas adalah salah satu bagian cerita (menurut saya sih hampir di klimaks), jadi masukkan adegan itu di cerita. Peserta boleh memperbaiki kata-katanya jika ada EYD yang salah, atau mengubah dan menambahi biar jadi lebih mengalir atau lebih bagus adegannya. Namun peserta tidak boleh mengubah inti adegan itu.
Tips:
Sci-fi hanyalah sebuah istilah untuk cerita yang menampilkan teknologi canggih. Tema lain lagi, bisa persahabatan, kritik sosial, filsafat hidup, dll. Sci-fi bersetting di masa depan sehingga banyak teknologi yang belum ada sekarang. Contoh: pesawat luar angkasa, komputer yang bisa digabungkan dengan otak, dll.
Show, don't tell. Artinya, jangan bilang tokohnya pemarah, tapi tunjukkan adegan dia mudah marah dan tersinggung. Jangan bilang tokohnya kejam dan berdarah dingin tapi buat adegan di mana tokohnya dengan tenang menembak kepala korban, lalu dengan santainya menyalakan rokok dan lalu berjalan tenang seakan tidak ada apa-apa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar