Minggu, 22 Juni 2008

TANTANGAN buat naela_potter

TANTANGAN UNTUK NAELA POTTER

Prosa liris atau disebut juga puisi naratif (wikipedia:narrative poetry) adalah bentuk cerita yang memiliki irama. Prosa liris adalah cerita dengan permainan diksi yang kuat. Seringkali juga tidak penuh dengan setting dan deskripsi yang mendetail seperti pada genre fantasy dan sci-fi, melainkan lebih menonjolkan irama alias alur. Rasa dan setting di dalam cerita dapat dibangun dari sedikit narasi yang digunakan serta percakapan yang terjadi.

Tantangan kali ini bermaksud untuk ’mendewasakan’ gaya dari peserta. Oleh karena itu tema yang diberikan pun tema dewasa.

Saya ingin cerita seorang perempuan yang melamar sang lelaki pujaan hati.

Genre:
Prosa Liris plus sedikit Fan Fiction

Tokoh:
Laki-laki dan perempuan. Sudah bekerja. Keterangan lainnya bebas.

Sudut pandang:

Berganti-ganti antara sudut pandang si lelaki dan perempuan. Bukan sudut pandang orang ketiga.

Plot:
Cerita ini akan lebih menitikberatkan ke percakapan kedua tokoh utama. Boleh ada tokoh tambahan tapi yang menjadi inti cerita adalah kehidupan percintaan kedua tokoh tersebut.

Tema: Masa depan

Plot : Alur maju mundur, dan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Mengapa sang perempuan mencintai sang lelaki?
  2. Bagaimana perasaan sang lelaki?
  3. Seperti apa hubungan mereka?
  4. Mengapa sang perempuan yang melamar sang lelaki, bukan sebaliknya?
  5. Bagaimana akhir hubungan mereka?

Soundtrack: Pilih satu lagu yang dapat menjadi soundtrack dari cerita ini.

Pilihan lagu bebas sesuai selera tapi harus sesuai dengan cerita.

Saran lagu (yang tidak semuanya romantis nan mellow):

  1. I will (The Beatles)
  2. You (Evanescence)
  3. Amarantine (Enya)
  4. I want grow old with you (Adam Sandler)
  5. Unintended (MUSE)

Masukkan penggalan-penggalan lagu tersebut ke dalam cerita. Lagu tersebut harus menjadi menjadi senada seirama (halah apa sih) dalam cerita, yang mendukung aura dari cerita itu, bukan hanya tempelan. Tapi bukan berarti tema dan alur berasal dari ”terjemahan” lagu tersebut ya.

Setting

Berikan setting tanpa deskripsi tempat. Setting di sini tidak harus berupa tempat –cafe, taman, kamar, dll-. Bangun rasa pembaca akan situasi, aura, mood bahkan tokoh yang ada di cerita itu tanpa terlalu menuliskan detail.

Ending:

Tema seperti ini biasanya menimbulkan rasa manis berlebihan dan akhir yang ’mellow’. Berikan ending yang meninggalkan kesan kuat pada pembaca.

Berikan akhir menggantung tapi bukan rasa gantung seperti pada genre horror –yang seringkali merupakan pengulangan cerita-.

Saya ingin akhir yang berbeda, cerdas, tidak klise.

Saya ingin ’keterselesaian cerita yang tidak selesai’.

Saya ingin ending yang berupa satu kalimat tanya.

Jumlah Kata:
Minimal 800 kata dan maksimal 1000 kata, tidak termasuk dengan penggalan lagu.

Hal ini dimaksudkan agar penulis dapat lebih mengeksplorasi gaya bahasa dan alur, tidak hanya terpaku pada penggunaan kata-kata indah dan puitis belaka.

Tips:

  1. Hati-hati dalam penggunaan diksi yang berlebihan karena akan mengaburkan inti cerita. Gunakan diksi yang benar-benar pas menggambarkan cerita, tidak hanya mempermanis.
  2. Irama cerita dalam prosa liris harus terjaga dengan baik. Alur tidak terlalu cepat tapi juga tidak lambat. Jaga ritme cerita.
  3. Sudut pandang berganti-ganti kadang menjebak penulis untuk tetap dalam sudut pandang satu tokoh. Berikan perbedaan karakter.
  4. Dimohon tidak menggunakan bahasa gaul dan juga mohon perhatikan EYD ^^
  5. Lagu bukanlah inti cerita, melainkan lebih seperti soundtrack di film. Memberikan nuansa kepada cerita itu sendiri tanpa menjadi tema keseluruhan cerita.
  6. Tempatkan diri dalam posisi si tokoh sehingga yang keluar adalah emosi, bukan hanya penarasian cerita.
  7. Last but not least: show, not tell.

Selamat menulis dan berpuisi ^^

Tidak ada komentar: