Senin, 17 Maret 2008

TANTANGAN buat MELLKUSUMA

TEMA/ GENRE:
Cinta di balik kehidupan social/ DRAMA.

TOKOH:
Tokoh utama perempuan bernama Kusuma (anak jalanan).
Pria bernama Sakti (pria terpelajar, anak kuliahan).
De el el

SUDUT PANDANG:
Sudut pandang pertama si Kusuma.

PLOT:
Inti dari tantangan ini adalah membuat sebuah cerita yang dikarang lewat sekumpulan bait puisi yang sudah Mell buat.

Scene-1-
Berjalan menyusuri lorong-lorong sepi
Hingga sampai ke dataran malam
Singgah sejenak di sudut kota yang berdebu
Kurebahkan tubuh berselimut kardus
Pada sunyi, lelap.
*** Pada scene ini saya pintakan Mell mendiskripsikan Kusuma sebagai seorang anak jalanan. Terserah sampai batas mana pendeskripsian itu.

Scene-2-
Jangan katakan
Bahwa gerimis masih menjadi irama di hati
Mengiringi tarian jiwa di bawah cahayaku
Yang menghangatkan tubuhmu saat ini
*** Pada scene ini Kusuma jatuh cinta pada seorang pemuda terpelajar yang pada saat gerimis memberikan tempat di bawah payungnya kepada Kusuma (tidak memandang bahwa Kusuma hanyalah seorang anak jalanan yang sudah terbiasa bermandikan hujan).

Scene-3-
jika suatu saat
hati dan jiwaku telah basah oleh air hujan
kuharap langkahku menujumu
*** Pada scene ini harapan muncul dari hati Kusuma. Seandainya ia dapat menjadi bagian dari hidup pemuda itu.

Scene-4-
Lelah kuberlari
Mengejar keramaian
Meninggalkan senja
Sendiri di persimpangan
Pasrah pada semesta
*** Terserah Mell mau dibawa kemana arah arti dari sepotong puisi di atas.

ENDING:
kini, biarkan aku di sini
bersama diare kehidupan
yang pernah kau koyak kemarin pagi.
*** Ini pun terserah apakah mau diartikan sebagai sebuah ‘bad ending’ ataupun ‘good ending’.

Jumlah Kata:
Potongan puisi-puisi di atas wajib diikutsertakan di tiap scene cerita. Terserah mau di awal scene, di akhir, atau di tengah-tengah tiap scene.
Jumlah kata minimal 1500 dan maksimal 2500.

Batas Waktu:
100 jam dari sekarang.

Hadiah:
Mmmm… Kita liat aja nanti. ^_^

Tidak ada komentar: